Selasa, 26 Desember 2017

Aneka Paket Listrik Tenaga Matahari

Sumber foto: www.solarinstallationpanel.blogspot.com
Sumber foto: www.sunlabob.com


Solar Home System (SHS) adalah salah satu pengembangan teknologi PLTS skala kecil yang diterapkan untuk sistem penerangan rumah. Output dari SHS tidaklah sebesar PLTS, namun cukup untuk memenuhi beban listrik rumah tangga. Rumah yang tersebar di kepulauan Indonesia dan belum terlistriki oleh PLN sangat cocok memanfaatkan SHS. Seiring berkembangnya teknologi, sudah banyak produsen yang mengeluarkan produk SHS dalam aneka paket. Namun sebelum memilih paket SHS, perhitungan beban minimal rumah tangga dan tegangan standar yang dipakai di semua peralatan listrik patut diperhitungkan.


Besar beban listrik rumah tangga tergantung dari berapa banyak peralatan listrik yang dipakai. Di Indonesia, khusunya kota besar, beban minimal lebih besar dibanding pedesaan karena bertambahnya kebutuhan seperti pendingin (AC), kulkas, komputer, mesin cuci, dan lainnya. Trend beban puncak pun berbeda, seperti di pusat Jakarta terjadi pada siang hari, sedangkan di perumahan pinggiran Jakarta terjadi pada malam hari.

Besarnya beban listrik dapat dihitung dengan menghitung besar daya peralatan listrik (watt) dikalikan jumlah pemakaian (jam atau hour) dan setelah itu dijumlahkan keseluruhan (watt hour). Sebagai contoh, jika sebuah rumah memiliki sebuah mesin cuci dengan daya 500 watt dipakai setiap hari selama 2 jam dan 2 buah lampu berdaya 8 watt menyala selama 6 jam setiap harinya, maka total dayanya adalah (500 W x 2 jam) + (2 lampu x 8 W x 6 jam) = (1000 Wh) +(96 Wh) =1096 Wh atau 1,096 kWh. Semakin banyak dan lama pemakaian peralatan listrik, semakin besar daya yang dibutuhkan, dan semakin besar juga kapasitas PV yang dibutuhkan. Semakin besar kapasitas PV, luas area untuk pemasangan PV juga semakin besar, atau panel PV tidak begitu besar tapi berharga mahal. Pemasangan dan pemilihan kapasitas PV pada akhirnya menyesuaikan ukuran atap rumah karena pertimbangan tidak akan terjadi shadowing (terkena bayangan) yang bisa membuat output PV berkurang.



Paket PV SHS yang ada dipasaran saat ini memiliki kapasitas sampai 200Wp (Watt peak), dengan pertimbangan beban yang dicover  adalah lampu karena faktor urgensi atau pasti dibutuhkan. Berikut adalah beberapa paket SHS termasuk komponennya.

1.Paket PLTS Tersebar SHS 200 Wp

SHS 200 Wp terdiri atas 2 unit panel surya yang telah memiliki efisiensi lebihdari 15% tersertifikasi, 2 unit baterai kapasitas 100Ah, 1 unit solar charge controller PWM 10A 12V, lampu LED Bulb 5W dengan saklar dan 10 unit fitting. Pake ini sudah termasuk kotak baterai pelastik ABS 2 unit, kabel 2x2.5 mm (20m), kabel 2x1.5 mm (50m), tiang penyangga 1 unit, aksesoris 1 set, dan kotak peralatan 1 unit.

2.Paket SHS 100 Wp

Paket ini terdiri darI 2 unit panel surya 50Wp. Paket ini sudah termasuk 1 unit controller, 3 unit lampu DC TL 10 W, 1 set box baterai dan inverter 500 W, 1 unit baterai VRL AGM 12V 100Ah. Aksesoris kabel solar cell 7 m, kabel lampu 25 m, bracket, kabel baterai, saklar, dan stop kontak juga sudah tersedia. Dengan kapasitas 100 Wp, kita bisa menggunakan untuk beberapa lampu di rumah. Lampu DC yang diberikan juga bisa langsung terkoneksi ke panel surya tanpa harus melewati inverter.

3.Paket SHS 80Wp

Paket 80Wp ini melingkupi solar cell 12V 80Wp, aki kering atau basah sebagai baterai 12V 65/85A, box baterai ABS/ besi indoor, controller 12V 10A, 3 buah lampu Bulp/ TL LED 12V 5W, inverter 12V 500W, kabel NYYHY 2x2.5 mm dan 2x1.5mm, serta bracket, penyangga, dan tiang penyangga 1,5m beserta aksesoris.

4.Paket SHS 60Wp

SHS 60Wp paketnya terdiri atas solar cell 12V 50W, aki kering atau basah 12V 65A, box baterai ABS/ besi indoor, controller 12V 10A, 3 buah lampu Bulp/ TL LED 12V 5W, inverter 12V 300W, serta pelengkap berupa kabel NYYHY 2x2.5mm dan 2x1.5mm,  bracket, penyangga, tiang penyangga 1,5m serta aksesoris lainnya.

5.Paket SHS 50Wp

Paket ini adalah paket terkecil yang tersedia di pasaran, terdiri atas solar cell 12V 50Wp,aki kering atau basah 12V 65A, controller 12V 10A, lampu Bulp/ TL LED 12V 5W 3 buah, inverter 12V 300W, kabel NYYHY 2x2.5mm dan 2x1.5mm, bracket, penyangga, dan tiang penyangga 1.5m, serta aksesoris.




Perawatan SHS dibutuhkan agar PV selalu maksimal mengeluarkan output listrik. Cara untuk merawat SHS antara lain:

1.Panel surya dibersihkan minimal satu bulan sekali dengan kain lap. Jangan melempar benda keras ke panel agar tidak pecah. Selain itu, jaga panel agar tidak terhalang dengan bayangan pohon atau lainnya.

2.Penggunaan lampu dipakai sesuai kebutuhan. Kabel sebaiknya jangan ditarik-tarik dan selalu diperiksa apakah terkelupas atau putus.

3.kontroller dibersihkan minimal tiga bulan sekali dengan kain lap. Hindari controller dari debu dan percikan api.

4.Selalu periksa baterai minimal dua bulan sekali. Periksa air aki agar selalu cukup dan tidak kurang dari batas yang ditentukan. Bersihkan kutub baterai dari kotoran dan jangan sampai kabel dan kutub baterai tertukar.

Disamping tersedianya pilihan paket SHS serta mudahnya perawatan dan lamanya lifetime PV dan komponennya, kita dapat menghemat pengeluaran untuk listrik. Dan secara tidak langsung kita menjadi bagian dari penjaga bumi agar tetap hijau.





Sabtu, 02 Desember 2017

Militer AS Uji Coba Peluncuran Kawanan Mini-Drone dari Pesawat Jet

Militer AS telah meluncurkan 103 kawanan drone mini dari sebuah jet tempur selama uji coba di California. 



Tiga F / A-18 Super Hornets digunakan untuk melepaskan drone Perdix Oktober lalu.
Pesawat tak berawak yang memiliki lebar sayap 12 inci (30 cm), beroperasi secara mandiri dan berbagi otak terdistribusi.

Seorang analis militer mengatakan perangkat tersebut, yang mampu menghindari sistem pertahanan udara, kemungkinan akan digunakan untuk pengawasan.

Rekaman video dari tes ini dipublikasikan secara online oleh Departemen Pertahanan.

"Predix bukanlan diprogram tersinkronisasi secara individual, mereka adalah sebuah organisme kolektif, membagi otak terdistribusi untuk membuat keputusan dan mengadaptasi satu sama lain seperti kawanan di alam," kata Wiliam Roper, direktur Strategic Capabilities Office.

"Karena setiap Perdix berkomunikasi dan berkolaborasi dengan Perdix lainnya, kawanan tidak memiliki pemimpin dan dapat menyesuaikan dengan baik dengan drone yang masuk atau keluar dari tim."

Drones awalnya dirancang oleh mahasiswa teknik di Massachusetts Institute of Technology dan pertama kali dimodifikasi untuk pengujian militer pada tahun 2013.

"Saat melihat bagaimana Anda menangani sistem pertahanan udara yang dioptimalkan untuk spot sangat besar, pesawat terbang cepat, kecil, murah pesawat tak berawak tampaknya menjadi satu solusi, "kata Elizabeth Quintana, di Royal United Services Institute, sebuah lembaga pemikir militer.
Dia menambahkan bahwa sistem tersebut mungkin akan digunakan untuk keperluan surveilans dalam waktu dekat.

Pada bulan Mei, Angkatan Laut AS menguji sebuah sistem yang bisa meluncurkan pesawat tak berawak ke angkasa untuk penyebaran yang cepat.

Kompetisi Asia

Dan akhir tahun lalu, Tiongkok juga mndemonstrasikan sekumpulan pesawat tak berawak yang lebih besar.

Ms Quintana menyebutkan bahwa Tiongkok memiliki sumber daya yang signifikan baik dalam elektronika maupun drones-manufacture.

Drone penjualan terlaris di dunia dibuat oleh DJI, perusahaan China.

"Mereka memiliki keahlian yang sangat besar di negara ini," katanya kepada BBC.

"Ini akan sangat menarik - tidak hanya tentang siapa yang memiliki kawanan terbesar tapi juga siapa yang bisa keluar-manuver siapa."[]

Jumat, 01 Desember 2017

Hobi Drone? Pahami Peraturan Menteri Ini tentang Drone


Drone, pesawat nir/tanpa awak ini belakangan ini perkembangan teknologinya sangat pesat. Penerapannya pun kini sangat luas. Drone kini dipakai di dunia pertanian, penanggulangan bencana, militer, atau sekadar hobi.

Nah, bagi pembaca yang hobi memainkan drone maupun untuk keperluan lainnya sebaiknya pahami dengan benar peraturan yang diterbitkan pemerintah untuk mengatur penggunaan drone ini.

Peraturan ini adalah Peraturan Menteri (Permen). Diterbitkan oleh Menteri Perhubungan nomor PM 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengopersian Pesawat Udara Tanpa Awak Di Ruang Udara Yang Dilayani Indonesia.

Berikut ini kami kutipkan beberapa hal penting dari peraturan menteri tersebut.

Pada poin 2.2 disebutkan bahwa sistem pesawat tanpa awak tidak boleh dioperasikan pada kawasa:
2.2.1. Kawasan udara terlarang (prohibited area)
2.2.2. Kawasan udara teratas (restricted area)
2.2.3. Kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) suatu bandar udara

2.3. Sebuah pesawat tanpa awak tidak boleh dioperasikan pada ruang udara yang dilayani sebagai berikut:
2.3.1. Controlled airspace
2.3.2. Uncontrolled airspace pada ketinggian lebih dari 500 ft (150 m)

Dalam peraturan ini juga disebutkan bahwa pengoperasian pesawat tanpa awak diwajibkan mendapatkan izin terlebih dahulu dengan beberapa ketentuan.

Untuk lebih lengkap silakan download peraturan menteri nomo 90 tahun 2015 tersebut di sini.[]

Enam Opsi Aplikasi Teknologi Drone dalam Pertanian



Teknologi drone akan mengubah teknologi industri pertanian, dengan perencanaan dan strategi berdasarkan pengumpulan data dan pengolahan real-time. PwC memperkirakan pasar untuk drone-powered solution di bidang pertanian sebesar $ 32,4 miliar. Berikut adalah enam aplikasi teknologi drone berdasarkan ground-based:

1. Analisis tanah dan lapangan: Drone dapat berperan penting pada awal siklus tanaman. Mereka menghasilkan peta 3-D yang tepat untuk analisis tanah awal, berguna dalam merencanakan pola tanam benih. Setelah penanaman, drone-driven analysis menyediakan data untuk pengelolaan irigasi dan level nitrogen.

2. Penanaman: Startup telah menciptakan drone-planting system yang mencapai tingkat serapan 75 persen dan mengurangi biaya penanaman sebesar 85 persen. Sistem ini memotret buah dengan biji dan menanam nutrisi ke dalam tanah, menyediakan semua nutrisi yang diperlukan untuk menopang kehidupan tanaman.

3. Penyemprotan tanaman: Alat pengukur jarak jauh --gema dan laser ultrasonik seperti yang digunakan dalam metode pendeteksi cahaya dan jangkauan, atau LiDAR-- memungkinkan drone pesawat tak berawak menyesuaikan ketinggian karena topografi dan geografi bervariasi, dan dengan demikian menghindari tabrakan. Akibatnya, drone dapat memindai tanah dan menyemprotkan jumlah cairan yang benar, memodulasi jarak dari tanah dan menyemprotkan secara real time untuk untuk cakupan. Hasilnya: peningkatan efisiensi dengan pengurangan jumlah bahan kimia yang masuk ke air tanah. Bahkan, para ahli memperkirakan bahwa penyemprotan udara bisa selesai hingga lima kali lebih cepat dengan drone dibanding dengan mesin tradisional.

4. Pemantauan tanaman: Bidang pertanian yang luas dan efisiensi yang rendah dalam pemantauan tanaman bersama-sama menciptakan hambatan terbesar pertanian. Tantangan pemantauan diperparah oleh kondisi cuaca yang semakin tidak dapat diprediksi, yang mendorong risiko dan biaya perawatan di lapangan. Sebelumnya, citra satelit menawarkan bentuk pemantauan yang paling canggih. Tapi ada kekurangannya. Gambar harus dipesan terlebih dahulu, bisa diambil hanya sekali sehari, dan tidak tepat.  Selanjutnya, layanan sangat mahal dan kualitas gambar biasanya rendah pada hari-hari tertentu. Saat ini, animasi time-series dapat menunjukkan perkembangan tanaman secara tepat dan mengungkapkan inefisiensi produksi, yang memungkinkan pengelolaan tanaman lebih baik.

5. Irigasi: Drone dengan sensor hiperspektral, multispektral, atau termal dapat mengidentifikasi bagian mana dari medan yang kering atau memerlukan penanganan. Selain itu, setelah tanaman tumbuh, drone memungkinkan perhitungan indeks vegetasi, yang menggambarkan kepadatan relatif dan kesehatan tanaman, dan menunjukkan tanda panas, jumlah energi atau panas yang dipancarkan tanaman.

6. Penilaian kesehatan: Penting untuk menilai kesehatan tanaman dan mendeteksi infeksi bakteri atau jamur pada tanaman. Dengan memindai tanaman dengan menggunakan cahaya visibel dan near-infrared, perangkat yang dibawa drone dapat mengidentifikasi mana tanaman yang merefleksikan perbedaan jumlah sinar hijau dan sinar NIR.

Melihat masa depan, UAV mungkin melibatkan armada, atau kawanan, drone autonomous dapat menangani tugas pemantauan pertanian secara kolektif, sebagaimana drone hybrid-ground dapat mengumpulkan data dan melakukan berbagai tugas lainnya.[]

Sumber gambar: technologyreview.com